Senin, 17 Desember 2012

Mengapa mata berkedip secara refleksi ?


Klopak mata dapat bergerak naik 
turun sangat cepat. Di sekitar kelopak
mata terdapat sekitr 20-30 buah 
kelenjar sebelum (sebaceous gland).
Kelenjar sebelum ini dihasilkan melalui
lubang yang terbuka di antara 
bulu mata, pada setiap kali kelopak 
mata tertutup. Cairan sekresi ini 
Seperti halnya di sekitar kelopak
mata, menyebar sampai bulu mata 
sehingga tidak menjadi  kering.
Kelopak mata adalah bagian yang
sangat akurat dalam melindungi mata,
Jika merasakan bahaya maka akan
lagsung berkedip.

Selasa, 11 Desember 2012

Apakah air mata hanya keluar dari mata ?

 Pada saat orang menangis,
Biasanya sambil terisak karena air
mata juga keluar dari hidung. 
Air mata dibuat dalam kelenjar 
air mata dan mengalir pada Ductus
Lacrimalis (saluran air mata ) yang 
terhubung dengan lubang air mata 
yang terdapat di bawah mata
bagian dalam. Jumlah sekresi air
mata dalam satu hari adalah sekitar
1-1.2 ml. Bayi yang baru lahir selama
tiga bulan pun ketika menangis 
tidak mengeluarkan air mata. 

Jumat, 23 November 2012

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI



  1. .     Jelaskan tujuan dokumentasi pada pelatihan personil ?


Jawab :
            Pembuatan Dokumentasi Sebelumnya kita telah membuat pelatihan personel dan lainnya, untuk melengkapi syarat suatu informasi, maka tahapan selanjutnya adalah dokumentasi. Tahapan ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya dalam kasus sistem perangkat lunak untuk menginput data pasien untuk “Poliklinik Sehat”. Sebelum membahasnya, saya akan menjelaskan pengertian secara kharfiah dokumentasi. Dokumentasi adalah penyimpanan berbentuk materi tertulis atau dalam bentuk lainnya yang mendeskripsikan bagaimana cara beroperasinya suatu sistem, serta mencakup hal-hal apa saja yang dapat dilakukan program dan prosedur yang harus diikuti oleh user. Dokumentasi digunakan untuk tujuan-tujuan berikut:

• Pelatihan
• Penginstruksian
• Pengkomunikasian
• Penetapan standar kinerja
• Pemeliharaan system
• Referensi historis


  1. 2.      Jelaskan 7 lagkah pada pendekatan soft sitem metologi ?


Jawab :
SSM melibatkan tujuh langkah yaitu :
1.      Recognize the problem situation (pengenalan terhadap situasi masalah)
2.      Example of problem situation (contoh dari situasi masalah)
3.      Produce root definitions of relevant systems (definisikan hasil utama sistem yang elevan)
4.      Develop conceptual models of relevant systems (kembangkan model konseptual system yang relevan)
5.      Compare conceptual models with problem situation (Bandingkan model konseptual dengan situasi masalah)
6.      Identify desirable and feasible changes (identifikasi keinginan dan perubahan yang mungkin)
7.      Take action to improve situation (lakukan aksi untuk perbaikan situasi)


  1. 3.       Ada 5 Case tools yang membantu pemeliharaan sistem ? Jelaskan !


Jawab :
Ada 5 CASE Tools yang membantu pemeliharaan sistem dari sistem lama dan membantu memecahkan kemacetan timbunan sistem baru yang belum dikerjakan :
·        Rekayasa Maju (Forward engineering)
·        Rekayasa Mundur (Reverse engineering)
·        Rekayasa Ulang (Reengineering)
·        Restrukturisasi (restrukturing)
·        Sistem Pakar Pemeliharaan (Maintenance expert system)


  1. 4.      Siapa saja yang perlu diberi pelatihan personil ?


Jawab :
Definisi Training (Latihan) dan pengembangan personil
Training, adalah proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, yang mana tenaga kerja non managerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk tujuan – tujuan tertentu
Sedangkan pengembangan ialah proses pendidikan jangka panjang yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir, dengan mana tenaga kerja managerial mempelajari pengetahuan konseptual dan dan teoritik untuk tujuan – tujuan umum.
Tiga alasan organisasi perusahaan itu perlu melatih dan mengembangkan personilnya:
1.      Personnel selection dan placement tidak selalu menjamin akan personil tersebut cukup terlatih dan bisa memenuhi persyaratan pekerjaannya secara tepat.
2.        Bagi personil – personil yang sudah senior, kadang – kadang perlu ada penyegaran dengan latihan – latihan kerja.
3.        Dapat berakibat pada peningkatan produktivitas, mengurangi absen, mengurangi labour dan peningkatan kepuasan kerja



.    5. Resiko apa saja yang CMS hindarkan ?

Jawab :
  • Kekurangan inventaris program perangkat lunak yang akurat dan sumber-sumber sistem informasi lainnya.
  • Ketidak lengkapan sejarah perubahan program
  • Modul-modul program perangkat lunak terduplikasi
  • Perubahan program perangkat lunak yang tidak sah
  • Kekurangan dokumentasi yang jelas, komprehensif dan terbaru
  • Rendahnya kualitas dan reabilitas perangkat lunak


6.      6. Jelaskan tugas utama yang dilakukan selama pengunaan sistem dan tata cara yang mengevaluasi handalan sistem ?

Jawab :

 Salah satu aset instansi yang paling berharga saat ini adalah sistem aplikasi yang responsif dan berorientasi pada pengguna. Sistem yang baik dapat meningkatkan produktifitas, mengurangi kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah, meningkatkan pelayanan kepada pengguna dan mempermudah pengambilan keputusan bagi manajemen serta mengkoordinasikan kegiatan dalam instansi. Oleh karena itu, analisis atas pedoman pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi semakin dibutuhkan sehingga sistem yang dimiliki efektif dalam menyelesaikan pekerjaan dan meningkatkan efisiensi kerja. Disamping itu saat ini kesadaran atas pentingnya pengendalian sistem informasi di kalangan manajemen instansi semakin tinggi.
Implementasi sistem aplikasi yang baik tidak akan terlepas dari pengembangan aplikasi. Untuk itu penulis membuat suatu penulisan yang membahas mengenai analisis pengelolaan pengembangan sistem aplikasi yang tercakup dalam Pedoman P3SA (Pengajuan, Pengembangan, dan Pemeliharaan Sistem Aplikasi) yang dapat memberikan pendapat, mereview serta mengevaluasi pedoman pengelolaan pengembangan sistem aplikasi tersebut untuk pengukuran kinerja pengembangan.
Secara garis besar perlunya pelaksanaan analisis kinerja manajemen pengelolaan pengembangan sistem aplikasi dalam sebuah instansi yang telah menggunakan teknologi informasi karena:
A. Kerugian akibat kehilangan data.
Data yang diolah menjadi sebuah informasi, merupakan aset penting dalam instansi. Banyak aktivitas operasi mengandalkan beberapa informasi yang penting. Informasi sebuah instansi akan menjadi sebuah potret atau gambaran dari kondisi instansi tersebut di masa lalu, kini dan masa mendatang. Jika informasi ini hilang akan berakibat cukup fatal bagi instansi dalam menjalankan aktivitasnya, apalagi yang berhubungan dengan informasi yang disebarluaskan ke khalayak luas, maka sudah selayaknya informasi itu dapat dijaga dan dipertanggungjawabkan di kemudian hari.
B. Kerugian akibat kesalahan pemrosesan komputer.
Pemrosesan aplikasi menjadi pusat perhatian utama dalam sebuah sistem informasi. Instansi yang mempergunakan aplikasi sebagai sarana penunjang pekerjaan, dari mulai hal sederhana seperti administrasi penatausahaan sehari-hari sampai dengan penggunaan kecerdasan buatan dalam pengambilan keputusan, harus dipastikan bahwa dari data yang ada dapat diperoleh informasi yang akurat.
C. Pengambilan keputusan yang salah akibat informasi yang salah.
Kualitas sebuah keputusan sangat tergantung kepada kualitas informasi yang disajikan untuk pengambilan keputusan tersebut. Tingkat akurasi dan pentingnya sebuah data atau informasi tergantung kepada jenis keputusan yang akan diambil. Jika pimpinan akan mengambil keputusan yang bersifat strategik, akan berdampak pada sifat keputusan yang berjangka panjang. Dengan informasi yang menyesatkan akan berdampak kepada pengambilan keputusan yang menyesatkan pula.
D. Kerugian karena penyalahgunaan informasi
Beberapa jenis tindak kejahatan dan penyalahgunaan informasi antara lain adalah penggunaan hak akses aplikasi yang tidak sesuai, untuk kepentingan pribadi dengan tujuan yang tidak sesuai dengan tujuan instansi.
E. Sumberdaya Sistem Informasi
Dalam sebuah sistem informasi, hardware, software, data dan pegawai adalah merupakan sumberdaya instansi. Untuk instansi yang telah berbasis komputer, tentu saja telah dikeluarkan dana yang cukup besar untuk investasi dalam penyusunan sebuah sistem informasi, termasuk dalam pengembangan sumberdaya manusianya. Sehingga diperlukan sebuah pengendalian untuk menjaga investasi di bidang ini.
Pada penulisan ini, penjabaran masalah dibatasi pada analisis pedoman kinerja manajemen pengelolaan sistem aplikasi, tidak termasuk analisis untuk infrastruktur maupun sistem operasi yang berjalan di atasnya.
Dengan analisis pedoman pengelolaan sistem aplikasi ini akan dilakukan beberapa kontrol kendali atas pengelolaan sistem aplikasi serta menganalisisnya sehingga dapat di ambil suatu kesimpulan berupa dokumentasi pemeriksaan dan akhirnya merekomendasikan solusi, di mana rekomendasi ini digunakan untuk dasar evaluasi pengelolaan sistem aplikasi tersebut.
Ruang lingkup dan objektif dari pemeriksaan ini adalah memeriksa dan mengevaluasi keefektifan pedoman pengelolaan aplikasi sistem yang meliputi pengecekan :

·         Manajemen Integrasi

·         Manajemen Ruang Lingkup

·         Manajemen Waktu Kerja

·         Manajemen Biaya

·         Manajemen Kualitas

·         Manajemen Sumberdaya Manusia

·         Manajemen Komunikasi

·         Manajemen Resiko

·         Manajemen Pengadaan Barang dan Jasa



7.      Jelaskan 4 area utama dokumentasi ?

Jawab :
*      Dokumentasi Pemakai

*      Dokumentasi Sistem

*      Dokumentasi Peragkat Lunak

*      Dokumentasi Operasi

Kamis, 22 November 2012

Tugas Ilmu Sosial Dasar ke-1


Data Pribadi (Personal Data)
Nama (Name)                            : Ayu Setyoningtyas.
Jenis kelamin (Gender)               : Perempuan
Tempat dan tanggal lahir              : Jakarta, 15-01-1990
(Place and Date of Birth)
Umur (Age)                                 : 22 Tahun
Agama (Religion)                        : Islam
Kemampuan Kepribadian (Personality Ability
-       Disiplin
-       Memiliki motivasi untuk melakukan yang terbaik
-       Bertanggung Jawab
Kemampuan Akademi (Educational Ability)
2012 –  Sekarang               : S1  Sistem Informasi Universitas Gunadarma.
2007 – 2011                        : D III Manajemen Informatika Universitas 
2004 – 2007                        : MA N 1 Bekasi
2001 – 2004                        : SMPN 7 Bekasi
1995 – 2001                        : SDN Kayuringin Jaya 13

Pengalaman (Experience)
-  MBekerja Sebagai Pegawai Honorer Di Bekasi
-  Memiliki bisnis online
-            
Pengalaman Organisasi (Organization Experience)
2008                    : Anggota Paduan Suara universitas Gunadarma         
2006                    : Anggota Pramuka di MA N 1 Bekasi
                              Anggota Paduan Suara MA N 1 Bekasi
Keahlian (skill Qualification)
Personal komputer :   -  Microsoft office (word, exel, power point)
-     Mengoperasikan internet
-        Menguasai Jaringan komputer
-        Mampu berkomunikasi dengan Baik
Target yang akan dicapai lima tahun kedepan          :
                Target yang akan saya capai dalam jangka waktu 5 tahun kedepan adalah  sebagai Pegawai Negeri Sipil.amin 

Selasa, 30 Oktober 2012

b. Masalah-masalah Sosial dan Ilmu Sosial dasar

b. Masalah-masalah Sosial dan Ilmu Sosial Dasar

Ilmu sosial dasar sebagai suatu mata kuliah, menyajikan suatu pemhaman mengenai hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan masalah-masalahnya dengan menggunakan suatu kerangka pendekatan yang melihat sasaran studinya tersebut sebagai suatu masalah obyektif dan juga menggunakan kacamata subyektif. Dengan menggunakan kacamata obyektif, berarti konsep-konsep dan teori-teori berkenaan dengan hakikat manusia dan masalah-masalahnya yang telah dikembangkan dalam ilmu-ilmu sosial akan digunakan. Sedagkan denggan mengunakan kacamata subyektif, maka masalah-masalah yang dibahas tersebut akan dikaji menurut perspektif masyarakat yang bersagkutan, dan yang dibandingkan dengan kacamata pengkaji atau masing-masing mahasiwa yang mengikuti mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Diharapkan dengan gabungan kacamata obyektif dan subjektif ini, akan mewujudkan adanya kepekaan mengenai masalah-masalah sosial yang disertai dengan penuh rasa tanggung jawab dalam kedudukan nya sebagai masyarakat ilmiah, warga masyarakat dan negara Indonesia.

Sumber : Buku Ilmu Sosial Dasar
Penulis : Drs. Abu Ahmadi  

Minggu, 28 Oktober 2012

a.Masalah-masalah sosial dan Ahli Ilmu Sosial

a.Masalah-masalah sosial dan Ahli Ilmu Sosial

Masalah-masalah sosial telah menghantui manusia sejak adanya peradaban manusia, karena dianggap sebagai menggangu kesejahteraan hidup mereka. Sehinga merangsang para warga masyarakat untuk mengidentifikasikan, menganalisa, memahami dan memikirkan cara-cara untuk mengatasinya. Dimasa lampau, pada waktu belum ada ahli ilmu-ilmu sosial, para warga masyarakat yang biasanya peka terhadap adanya masalah-masalah sosial adalah para ahli filsafat, pemuka agama,ahli politik dan kenegaraan.

Di samping hal di atas, berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang tergolong dalam ilmu-ilmu sosial, seperti : antropologi,sosiologi, politik, psikologi sosial, komunikasi, menjadikan masalah-masalah sosial sebagai ruang lingkup studi mereka masing-masaing. Walaupun demikian, pusat studi-studi dari disiplin -disiplin ilmu-ilmu sosial tersebut bukanlah pada masalah-masalahsosial itu sendiri, tetapi pada usaha untu memehami hakikat manusia menurut perspektif masing-masing. Sedangkan masalah-masalah sosial dilihat sebagai hasil atau akibat dari adanya proses perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan adalah proses-proses yang secara tetap dan terus-menerus dialami oleh setiap masyarakat manusia, cepat atau lambat, berlagsung dengan tenang ataupun berlangsung dengan kekacauan.

Sejumlah ahli ilmu-ilmu sosial seperti Merton dan Nisbet (1961), Denzin(1973), Gerson(1969) dan Brodley(1976), merasakan bahwa dengan menggunakan pendekatan masalah-masalah sosial sebagai kerangkanya maka hakikat masyarakat dan kebudayaan manusia akan lebih dapat dipahami. Begitu juga, menurut mereka, berbagai pemikiran yang secara masuk akal dapat dipertanggungjawabkan yang berkenaan dengan usaha-usaha untuk memperbaiki masalah-masalah sosial tersebut akan lebih dapat dikembangkan.


Sumber : Buku Ilmu Sosial Dasar
Penulis : Drs. Abu Ahmadi 

Senin, 22 Oktober 2012

MASALAH-MASALAH SOSIAL DAN ILMU SOSIAL DASAR.

5. MASALAH-MASALAH SOSIAL DAN ILMU SOSIAL DASAR.

Masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh setiap masyarakat manusia tidaklah sama antara yang satudengan lainnya. Perbedaan-perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakat, dan keadaan lingkungan alamnya di mana masyarakat itu hidup. Masalah-masalah tersebut dapat terwujud sebagai : masalah sosial,masalah moral, masalah politik, masalah ekenomi, masalah agama, ataupun masalah-masalah lainnya.

Yang membedakan masalah-masalah sosial dari masalah-masalah lainnya adalah bahwa masalah-masalah sosial selalu ada kaitanya yang dekat dengan nilai-nilai moral dan pranata-pranata sosial, serta selalu ada kaitanya dengan hubungan -hubungan manusia dan dengan konteks-konteks normatif dimana hubungan-hubungan manusia itu terwujud (Nisbel,1961).

Pengertian masalah sosial ada dua pengertian :

1) Menurut umum atau warga masyarakat bahwa segala seuatu yang menyagkut kepentingan umum adalah masalah sosial.

2) Menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi mereka mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan, Contoh : masalah pedagang kaki lima di kota-kota besar di Indonesia.

Meenurut definisi umum, pedagang kaki lima bukan masalah sosial, karena di satu pihak para pedagang kaki lima tersebut dapat memperoleh nafkah untuk dapat melagsungkan kehidupannya, dan di lain pihak para pembeli yaitu para warga masyarakat dengan mudah memperoleh pelayanan dan dengan harga yang pantas untuk taraf ekonomi mereka dari padagang kaki lima. Sebaliknya para ahli perencanaan kota, ahli sosiologi dan ahli antropologi akan masyarakat bahwa pedagang kaki lima di kota-kota menjadi sumber utama dari suatu kondisi di mana kejahatan dengan mudah dapat terjadi.

Dengan demikian, sesuatu masalah yang digolongkan sebagai masalah sosial oleh para ahli belum tentu dianggap sebagai masalah sosial oleh umum. Sebaliknya ada juga masalah-masalah yang dianggap sebagai masalah sosial oleh para ahli. Oleh karena itu dengan mengikuti batasan yang lebih tegas dikemukakan oleh Lesile (1974), masalah-masalah sosial dapat di definisikan sebagai : Sesuatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagai besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai dan yang karenanya dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbaiki.

Berdasarkan pengertian di atas, maka masalah-masalah sosial ini pengertiannya terutama ditekankan pada adanya kondisi atau sesuatu keadaan tertentu dalam kehidupan sosial warga masyarakat yang bersangkutan. Kondisi atau keadanan sosial tertentu, sebenarnya merupakan proses hasil dari proses kehidupan manusia yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasmaniahnya (manusia harus makan,minum, buang air, bernafas, mengadakan hubungan kelamin, dan sebagainya), kebutuhan-kebutuhan sosial (berhubungan denganorang lain, membutuhkan bantuan orang lain untuk memecahkan berbagai masalah, dan sebagainya ), dan kebutuhan-kebutuhan kejiwaan  (untuk dapat merasakan aman dan tentram, membutuhkan cinta kasih dan sayang, dan sebagainya).

Dalam usaha-usaha untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut, manusia menggunakan kebudayaan sebagai model-model petunjuk di dalam menggunakan lingkungan alamnya dan sosialnya di masyarakat. Perwujudan ini adalah suatu kondisi atau keadaan di mana manusia itu hidup di dalam masyarakat. Kondisi-kondisi itu bukan seustu yang tetap tetapi selalu dalam proses perubahan.

Suatu kondisi yang tidak disukai oleh para warga masyarakat pada hakikatnya tidak bisa berlaku atau cocok dengan kebudayaan mereka. Sedangkan ukuran-ukuran yang dipakai oleh para warga masyarakat yang bersangkutan untuk menilai dan mewujudkan tingkah laku mereka adalah model-model dari kebudayaan yang telah mereka punyai, yaitu yang ada dalam kepala mereka masing-masing yang belum tentu telah berubah sesuai dengan perubahan kondisi yang mereka hadapi dalam kehidupan sosial mereka sehari-hari. Dengan demikian terhadap sesatu ketidak cocokan antara pengetahuan kebudayaan dan kenyataan-kenyatan obyektif yang ada dalam kondisi-kondisi dan kenyataan-kenyatan obyektif yang ada dalam kondisi-kondisi di mana mereka hidup. Dengan kata lain, ada perbedaan antara keragka untuk interprestasi subyektif dari para warga dengan kenyataan-kenyataan obyektif dalam mana mereka itu hidup.

Di dalam kenyataannya, masalah-masalah sosial tidak dirasakan oleh setiap warga masyrakat secara sama. Sesuatu kondisi yang  dianggap sebagai suatu yang menghambat atau merugikan oleh sejumlah warga masyarakat, belum tentu dirasakan oleh sejumlah warga masyarakat yang lain dari masyarakat tersebut, atau bahkan dirasakan oleh yang lainnya, sebagai sesuatu yang menguntungkan. Misalnya masalah sampah : Sampah yang bertebaran di mana-mana di sebagian kota dirasakan sebagai merugikan kebersihan, kesehatan,keindahan dan ketertiban oleh sejumlah warga kota, tetapi di lain pihak dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan oleh misalanya para pengumpul barang bekas dan para pengumpul puntung rokok.

Sumber : Buku Ilmu Sosial Dasar
Penulis : Drs. Abu Ahmadi